Perencanaan membangun usaha agrobisnis yang baik adalah perencanaan yang sesuai dengan besar kecilnya modal yang dimiliki, teritorial perusahaan dan skil atau kemampuan mengelola perusahaan. Perencanaan ini perlu perhitungan yang detail, dan sebaik-baiknya agar menghasilkan profit atau keuntungan yang optimal.
1. Rencana Perusahaan Agrobisnis.
Beberapa alternatif rencana perusahaan :
a. Jika yang dimiliki ketrampilan/ keahlian ( skill ), maka harus dilakukan suevey pasar, pencarian modal, dan pencarian alternatif lahan.
b. Jika yang dimiliki hanya lahan, maka yang harus dilakukan adalah informasi pasar ( survey ), alternatif lahan, alternatif modal, dan pemilik keahlian ( skill ).
c. Jika yang dimiliki modal, maka yang harus dilakukan adalah informasi pasar ( survey ), alternatif lahan, dan pemilik keahlian ( skill ).
Syarat minimal yang harus dimiliki agar usaha agrobisnis lancar adalah modal dan data pasar. Dua hal inilah yang paling menentukan sebuah kegiatan agrobisnis . Sementara lahan dan skill bisa dibeli atau disewa.
2. Survey Pasar dan Suevey Komoditas.
a. Survey Pasar.
Survey yang dilakukan hanya sebatas pada potensi pasar, yaitu volume
permintaan, jenis komoditas, kualitas, cara pengiriman, cara pembayaran,
atau penerima dan pemasoknya.
b. Survey Komoditas.
Survey terhadap informasi cara budi daya, benih, pupuk, pestisida, pakan,
dan obat-obatan pada ternak dan ikan, cara panen, cara pasca panen, lokasi
lahan, ketersediaan tenaga kerja, berikut kwalitas dan tingkat upahnya.
Semua data yang ada untuk menyusun study kelayakan.
3. Study Kelayakan dan Analisis Keuangan.
a. Study Kelayakan
Adalah study yang memberikan gambaran secara umum tentang prospek suatu
komoditas dan memberikan gambaran khusus tentang permintaan pasar, peluan
budi daya dalam satuan volume tertentu, modal, lahan, tenaga kerja,
peralatan yang diperlukan, dan analisis keuangan.
b. Analisis Keuangan.
Adalah gambaran umum dari seluruh modal yang diperlukan, perputaran modal
tersebut, pendapatan, hingga akhirnya ditemukan prospek laba yang
diharapkan.
Fungsi Study Kelayakan dan Analisis Keuangan :
Untuk meyakinkan pemberi modal bahwa usaha yang dijalankan secara rasional
layak dikerjakan. Karena itu, seluruh dasar perhitungannya harus menggunakan
data riil dari lapangan, baik data primer maupun data sekunder.
1. Rencana Perusahaan Agrobisnis.
Beberapa alternatif rencana perusahaan :
a. Jika yang dimiliki ketrampilan/ keahlian ( skill ), maka harus dilakukan suevey pasar, pencarian modal, dan pencarian alternatif lahan.
b. Jika yang dimiliki hanya lahan, maka yang harus dilakukan adalah informasi pasar ( survey ), alternatif lahan, alternatif modal, dan pemilik keahlian ( skill ).
c. Jika yang dimiliki modal, maka yang harus dilakukan adalah informasi pasar ( survey ), alternatif lahan, dan pemilik keahlian ( skill ).
Syarat minimal yang harus dimiliki agar usaha agrobisnis lancar adalah modal dan data pasar. Dua hal inilah yang paling menentukan sebuah kegiatan agrobisnis . Sementara lahan dan skill bisa dibeli atau disewa.
2. Survey Pasar dan Suevey Komoditas.
a. Survey Pasar.
Survey yang dilakukan hanya sebatas pada potensi pasar, yaitu volume
permintaan, jenis komoditas, kualitas, cara pengiriman, cara pembayaran,
atau penerima dan pemasoknya.
b. Survey Komoditas.
Survey terhadap informasi cara budi daya, benih, pupuk, pestisida, pakan,
dan obat-obatan pada ternak dan ikan, cara panen, cara pasca panen, lokasi
lahan, ketersediaan tenaga kerja, berikut kwalitas dan tingkat upahnya.
Semua data yang ada untuk menyusun study kelayakan.
3. Study Kelayakan dan Analisis Keuangan.
a. Study Kelayakan
Adalah study yang memberikan gambaran secara umum tentang prospek suatu
komoditas dan memberikan gambaran khusus tentang permintaan pasar, peluan
budi daya dalam satuan volume tertentu, modal, lahan, tenaga kerja,
peralatan yang diperlukan, dan analisis keuangan.
b. Analisis Keuangan.
Adalah gambaran umum dari seluruh modal yang diperlukan, perputaran modal
tersebut, pendapatan, hingga akhirnya ditemukan prospek laba yang
diharapkan.
Fungsi Study Kelayakan dan Analisis Keuangan :
Untuk meyakinkan pemberi modal bahwa usaha yang dijalankan secara rasional
layak dikerjakan. Karena itu, seluruh dasar perhitungannya harus menggunakan
data riil dari lapangan, baik data primer maupun data sekunder.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar