Rabu, 04 Agustus 2010

AGROBISNIS

Agrobisnis dapat berarti segala kegiatan disektor pertanian dalam arti luas, baik dilakukan perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan finansial pelakunya. Dalam arti luas disini juga meliputi sektor perikanan dan sektor peternakan.
Komoditas yang diolah dalam kegiatan agrobisnis :
- Bidang Pertanian :

Tanaman Pangan : sayuran, buah-buahan, dan polowijo.
Tanaman Obat : jahe, temulawak, mahkotadewa dll
Tanaman Hias : anggrek, sedap malam, kamboja jepang dll

- Bidang Peternakan :
Peternakan Unggas : ayam kampung, itik, ayam petelor dan ayam pedaging.
Peternakan sapi
Peternakan kambing.

- Bidang Perikanan :
Perikanan air tawar : ikan mas, ikan gurame, ikan tombro, dll
Perikana air payau : ikan bandeng


I. Sejarah Agrobisnis
Sejak kaman dahulu negara Indonesia yang lebih terkenal dengan sebitan Nusantara adalah negara agraris, yang sebagaian besar pennghasilannya didapat dari sektor pertanian. Mereka sebut sebagai pertanian berpindah-pindah, sebab tehnologi bercocok tanam pada jaman itu masih sangat sederhana, sehingga untuk mendapatkan tanah yang subur dengan cara berpindah tempat.

Pada jaman Kerajaan, agrobisnis adalah sektor yang sejak jaman hindu menjadi pemasok bagi kerajaan-kerajaan di kepulauan Nusantara. Pala, cengkeh, lada, kemenyan, damar, cendana, gaharu, kelapa dan beras adalah komoditas penting yang menjadi mata perdagangan dunia saat itu. Banyak bangsa kulit putih datang kekepulauan Nusantara untuk mencari rempah-rempah , terutama cengkeh , lada dan pala, sehingga dapat dihasilkan keuntungan finansial yang besar.
Pada jaman Hindia Belanda dan Jepang kondisi bercocok tanam sudah mengalami kemajuan walaupun hanya dalam bentuk pengolahannya saja, seperti cara mengolah tanah, pembenihan, penanaman, dan pemanenan. Sudah ada suatu bentuk badan hukum yang mengurusi sistem perdagangan, yang disebut VOC .

Jaman kemerdekaan sampai sekarang, sektor agrobisnis mengalami kemajuan yang sangat pesat, khususnya dengan kemajuan tehnologi dalam bidang “ biotehnologi “.
Kegiatan tehnologi dalam bidang pertanian, seperti :
1. Pembuatan tanaman yang mampu mengikat N2 sendiri.
2. Pembuatan tanaman kebal hama.
3. Budidaya jaringan dan kultur jaringan.
Kegiatan rekayasa dalam bidang peternakan, seperti :
1. Pembuatan hewan trans genetika, yang sangat membantu dalam dunia kedokteran.
2. BST ( Bovin Somatotropin Hormon ) merupakan hormon yang mendorong pertumbuhan dan meningkatkan produksinya.

2. Perbedaan Agrobisnis dan Agroindustri.
a. Perbedaan Pemahaman:

Agrobisnis adalah segala kegiatan disektor pertanian dalam arti luas, baik
dilakukan perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan finansial pelakunya.
Agroindustri adalah industri dengan bahan baku komodits pertanian, atau
industri yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kegioatan sektor
pertanian dalam artiluas.
Contoh : pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi crude palm oil ( CPO ).

b. Perbedaan dalam Kegiatan :

Agrobisnis merupakan kegiatan on form, yaitu kegiatan pertanian yang
dilaksanakan disawah, dikebun, kolam, dan tambak.
Agroindustri merupakan kegiatan on form dan off form, yang dimaksud off form
adalah kegiatan yang menitik beratkan pada kegiatan pasca panen atau
pengolahan.
Contoh : Industri nanas adalah gabungan kegiatan budidaya nanas dikebun ( on
form ) dan pengolahan pengalengan nanas di pabrik ( off form ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar