Tujuan dari pada memilih komoditas secara tepat adalah pertimbangan tingginya faktor keamanan, dan kecilnya faktor resiko, Faktor keamanan disini adalah bagaimana agar bisnis yang kita tekuni kecil peluangnya untuk terserang hama penyakit, serta gangguan lain, sedangkan faktor resiko adalah pertimbangan profit, bagaimana dengan berbisnis menghasilkan profit yang tinggi.
1. Memilih Komoditas Dari Sudut Pandang.
Dalam hal ini keuntungan ditinjau dari mana sudut pandang bisnis yang kita jalani, sebab ada korelasi yang tinggi antara modal dan hasil dalam menterjemahkan profit.
Misalnya : Lebih menguntungkan manakah, singkong Rp 300,- / kg dengan stroberi
Rp 60.000,- / kg.
Bisa menguntungkan stroberi, bisa menguntungkan singkong tergantung dari dasar perhitungan luas areal tanam dan nilai modal yang dinvestasikan.
a. Dari Areal Tanam.
Jika anda menanam singkong diareal 10 hektar dengan biaya Rp 15.000.000,- dan menghasilkan 200 ton perhektar, marjin dalam jangka waktu setahun sebesar Rp 15.000.000,- ( 100% pertahun ). Meskipun persentasinya cukup tinggi nilai nominalnya rendah.
Jika lahan yang sama ditanami stroberi, modalnya mencapai Rp 8.000.000.000,- dengan hasil 200 ton, sehingga ada marjin Rp 4. 000.000.000,- atau 50%. Meskipun persentasinya rendah, niali nominalnya mencapai Rp 4.000.000.000,-
Dari lahan seluas 10 hektar, singkong hanya memperoleh keuntungan Rp 15.000.000,- sementara stroberi mendapat keuntungan Rp 4.000.000.000,-.
Dengan demikian dari lahan yang sama ( 10 hektar ) stroberi lebih menguntungkan dari pada singkong.
b. Dari Nilai Modal.
Dari modal Rp 8.000.000.000 sebagai investasi stroberi digunakan untuk menanam singkong, maka akan diperoleh luas lahan 2.666 hektar dengan hasil 53.320 ton, nilai keuntungan dalam jangka waktu yang sama akan mencapai Rp 8.000.000.000,- atau 100%.
Dengan demikian, dari modal yang sama ( Rp 8.000.000.000 ) singkong lebih menguntungkan dari pada stroberi.
Kesimpulannya : jika keuntungan dari luas lahan , stroberi lebih menguntungkan, namun jika dasarnya keuntungan dari modal, singkong lebih menguntungkan.
2. Memilih Komoditas Dari Komoditas Unggulan.
Komoditas unggulan adalah produk agrobisnis yang memiliki nilai ekonomis, politis, strategis, dan prestise dibandingkan dengan komodits lainnya disuatu kabupaten ( distrik ), Provinsi, atau Negara.
Contoh salak pondoh adalah komoditas unggulan Kabupaten Sleman, mangga adalah komoditas unggulan provinsi Jawa Timur, dan kelapa sawit adalah komoditas unggulan negara Indonesia dan Malaisia. Komodits-komoditas tersebut memiliki kelebihan nilai ekonomis, politis, strategis, dan prestrise sekaligus. Sementara itu bagi, Belanda , bunga tulip hanya memiliki nilai politis dan prestise.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar