Minggu, 29 Mei 2011

BUDIDAYA AYAM atau UNGGAS

Budidaya ayam petelur merupakan salah satu usaha agrobisnis bidang perunggasan, dimana berbagai unggas yang dapat dibudidayakan, seperti ayam kampung, ayam buras, bebek dan lain-lain. Usaha budidaya ayam meliputi kegiatan penetasan dan pemeliharaan sampai ayam siap jual, atau ayam siap diambil telurnya.

Budidaya Pembibitan Ayam.
I. Pembibitan
Pembibitan : usaha budidaya pengembangan bibit atau benih ( calon induk ) unggas yang akan dikembangkan atau diternakkan.
Tujuan :
1. Menyediakan bibit ( calon induk ) bagi para peternak atau orang mencoba beternak.
2. Menanggulangi kepunaham ayam, yang berakibat fatal baik dipasara atau konsumen.

II. Pemilihan Telur Tetas Yang Baik :


1. Bentuk telur :
- normal ( agak sedikit lonjong, bagian atas agak besar, bagian bawah runcing).
- Perbandingan panjang dan lebar telur 8 : 6 atau 5,7 cm dan 4,2 cm.
2. Berat telur :
- 50 - 60 gram
- 1 kg berisi 16 - 20 biji.
3. Warna kulit telur :
- putih bersih ( ayam leghorn )
- keabu-abuan ( australop ).
4. Kulit telur :
- rata, tak bernoda, tak berbintil-bintil.
- tidak terlalu tipis dan tebal.
5. Umur telur :
- kurang dari sama dengan 1 ( satu ) minggu.
6. Mutu telur :
- dari induk yang baik.
- umur induk < sama dengan 1 ( satu ) tahun.
- sehat, dan produktif.
7. Kebersihan telur harus benar-benar bersih, sebaiknya dicuci dengan air hangat.

III. Mesin Penetas Telur :

Mesin penetas telur membantu agar pruduksi bibit ayam dapat secepat mungkin banyak sesuai dengan kapasitas produksi yang diinginkan. Mesin penetas ini bekerja secara otomatis dengan bantuan listrik.

1. Persiapan Penetasan :
- Mesin penetas dibersihkan dengan air hangat sampai bersih agar tidak
terkontaminasi dengan bakteri-bakteri penyakit.
- Bak air atau piring air diisi dengan air hangat dan bersih, letak dibagian bawah
mesin.
- Mesin ditempatkan ditempat yang tidak mudah terpengaruh oleh suhu dan angin dari
luar.
- Letakkan mesin sedemikian ruapa agar tidak mudah goyah alias stabil.
- Mesin penetas dapat dibeli ditoko-toko pakan ternak dengan kapasitas yang
bermacam-macam

IV. Peletakan Telur Tetas :
- Telur diletakkan disusun diatas rak telur didalam mesin tetas.
- Bagian telur yang runcing diletakkan bagian bawah dengan kemiringan 40 derajat.
- Untuk memudahkan peletakan sebaikknya rak telur dikeluarkan dari mesin baru ditata
atau disusun telurnya.


- Setelah 21 ( dua puluh satu hari ) ayam akan menetas dan dapat diambil,
dipindahkan ditempat yang baru dengan suhu yang diinginkan ( hangat )

Selasa, 24 Agustus 2010

CABANG AGROBISNIS

Agrobisnis selain bergerak dibidang pertanian dalam arti luas, juga bergerak dibidang ekonomi atau agroekonomi, dibidang wisata atau agrotaurism, dan dibidang kehutanan atau agroforestry.

Cabang-cabang Agrobisnis : Agroekonomi adalah kegiatan perekonomian ( termasuk ilmu ekonomi ) yang berbasiskan pada sector pertanian dalam arti luas. Termasuk KUR ( Kredit Usaha Rakyat ) yang bergerak dibidang usaha rakyat dalam skala mikro.

Agrotaurism atau wisata agro adalah kegiatan wisata keobyek-obyek pertanian dalam arti yang luas, baik disector hutan tengah maupun hilir. Kegiatan wisata tersebut dikelola secara profesional dengan tujuan memperoleh keuntungan financial bagi pelakunya. Taman Safari, baik yang dibangun di Jawa Barat ( di Cisarua ) Bogor dan daerah Jawa Timur ( di Prigen ) Pasuruan merupakan salah satu kegiatan usaha agrotaurism.

Agroforestry ( Hutan Tanaman Industri ) adalah kegiatan dengan hasil utama berupa kayu, rotan, getah atau hasil hutan lainnya yang sebelumnya hanya dipungut dari hutan. Hutan ini dikelola seperti perkebunan dan diambil resorsisnya, seperti hutan pinus diambil getahnya, hutan jati diambil kayunya. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam tertentu selanjutnya dilakukan penjarangan untuk mendapatkan hasil optimal ( untuk hutan jati ).

Rabu, 04 Agustus 2010

AGROBISNIS

Agrobisnis dapat berarti segala kegiatan disektor pertanian dalam arti luas, baik dilakukan perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan finansial pelakunya. Dalam arti luas disini juga meliputi sektor perikanan dan sektor peternakan.
Komoditas yang diolah dalam kegiatan agrobisnis :
- Bidang Pertanian :

Tanaman Pangan : sayuran, buah-buahan, dan polowijo.
Tanaman Obat : jahe, temulawak, mahkotadewa dll
Tanaman Hias : anggrek, sedap malam, kamboja jepang dll

- Bidang Peternakan :
Peternakan Unggas : ayam kampung, itik, ayam petelor dan ayam pedaging.
Peternakan sapi
Peternakan kambing.

- Bidang Perikanan :
Perikanan air tawar : ikan mas, ikan gurame, ikan tombro, dll
Perikana air payau : ikan bandeng


I. Sejarah Agrobisnis
Sejak kaman dahulu negara Indonesia yang lebih terkenal dengan sebitan Nusantara adalah negara agraris, yang sebagaian besar pennghasilannya didapat dari sektor pertanian. Mereka sebut sebagai pertanian berpindah-pindah, sebab tehnologi bercocok tanam pada jaman itu masih sangat sederhana, sehingga untuk mendapatkan tanah yang subur dengan cara berpindah tempat.

Pada jaman Kerajaan, agrobisnis adalah sektor yang sejak jaman hindu menjadi pemasok bagi kerajaan-kerajaan di kepulauan Nusantara. Pala, cengkeh, lada, kemenyan, damar, cendana, gaharu, kelapa dan beras adalah komoditas penting yang menjadi mata perdagangan dunia saat itu. Banyak bangsa kulit putih datang kekepulauan Nusantara untuk mencari rempah-rempah , terutama cengkeh , lada dan pala, sehingga dapat dihasilkan keuntungan finansial yang besar.
Pada jaman Hindia Belanda dan Jepang kondisi bercocok tanam sudah mengalami kemajuan walaupun hanya dalam bentuk pengolahannya saja, seperti cara mengolah tanah, pembenihan, penanaman, dan pemanenan. Sudah ada suatu bentuk badan hukum yang mengurusi sistem perdagangan, yang disebut VOC .

Jaman kemerdekaan sampai sekarang, sektor agrobisnis mengalami kemajuan yang sangat pesat, khususnya dengan kemajuan tehnologi dalam bidang “ biotehnologi “.
Kegiatan tehnologi dalam bidang pertanian, seperti :
1. Pembuatan tanaman yang mampu mengikat N2 sendiri.
2. Pembuatan tanaman kebal hama.
3. Budidaya jaringan dan kultur jaringan.
Kegiatan rekayasa dalam bidang peternakan, seperti :
1. Pembuatan hewan trans genetika, yang sangat membantu dalam dunia kedokteran.
2. BST ( Bovin Somatotropin Hormon ) merupakan hormon yang mendorong pertumbuhan dan meningkatkan produksinya.

2. Perbedaan Agrobisnis dan Agroindustri.
a. Perbedaan Pemahaman:

Agrobisnis adalah segala kegiatan disektor pertanian dalam arti luas, baik
dilakukan perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan finansial pelakunya.
Agroindustri adalah industri dengan bahan baku komodits pertanian, atau
industri yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kegioatan sektor
pertanian dalam artiluas.
Contoh : pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi crude palm oil ( CPO ).

b. Perbedaan dalam Kegiatan :

Agrobisnis merupakan kegiatan on form, yaitu kegiatan pertanian yang
dilaksanakan disawah, dikebun, kolam, dan tambak.
Agroindustri merupakan kegiatan on form dan off form, yang dimaksud off form
adalah kegiatan yang menitik beratkan pada kegiatan pasca panen atau
pengolahan.
Contoh : Industri nanas adalah gabungan kegiatan budidaya nanas dikebun ( on
form ) dan pengolahan pengalengan nanas di pabrik ( off form ).

RENCANA MEMBANGUN USAHA AGROBISNIS

Perencanaan membangun usaha agrobisnis yang baik adalah perencanaan yang sesuai dengan besar kecilnya modal yang dimiliki, teritorial perusahaan dan skil atau kemampuan mengelola perusahaan. Perencanaan ini perlu perhitungan yang detail, dan sebaik-baiknya agar menghasilkan profit atau keuntungan yang optimal.

1. Rencana Perusahaan Agrobisnis.
Beberapa alternatif rencana perusahaan :
a. Jika yang dimiliki ketrampilan/ keahlian ( skill ), maka harus dilakukan suevey pasar, pencarian modal, dan pencarian alternatif lahan.
b. Jika yang dimiliki hanya lahan, maka yang harus dilakukan adalah informasi pasar ( survey ), alternatif lahan, alternatif modal, dan pemilik keahlian ( skill ).
c. Jika yang dimiliki modal, maka yang harus dilakukan adalah informasi pasar ( survey ), alternatif lahan, dan pemilik keahlian ( skill ).

Syarat minimal yang harus dimiliki agar usaha agrobisnis lancar adalah modal dan data pasar. Dua hal inilah yang paling menentukan sebuah kegiatan agrobisnis . Sementara lahan dan skill bisa dibeli atau disewa.

2. Survey Pasar dan Suevey Komoditas.


a. Survey Pasar.
Survey yang dilakukan hanya sebatas pada potensi pasar, yaitu volume
permintaan, jenis komoditas, kualitas, cara pengiriman, cara pembayaran,
atau penerima dan pemasoknya.

b. Survey Komoditas.
Survey terhadap informasi cara budi daya, benih, pupuk, pestisida, pakan,
dan obat-obatan pada ternak dan ikan, cara panen, cara pasca panen, lokasi
lahan, ketersediaan tenaga kerja, berikut kwalitas dan tingkat upahnya.
Semua data yang ada untuk menyusun study kelayakan.

3. Study Kelayakan dan Analisis Keuangan.


a. Study Kelayakan

Adalah study yang memberikan gambaran secara umum tentang prospek suatu
komoditas dan memberikan gambaran khusus tentang permintaan pasar, peluan
budi daya dalam satuan volume tertentu, modal, lahan, tenaga kerja,
peralatan yang diperlukan, dan analisis keuangan.

b. Analisis Keuangan.
Adalah gambaran umum dari seluruh modal yang diperlukan, perputaran modal
tersebut, pendapatan, hingga akhirnya ditemukan prospek laba yang
diharapkan.

Fungsi Study Kelayakan dan Analisis Keuangan :

Untuk meyakinkan pemberi modal bahwa usaha yang dijalankan secara rasional
layak dikerjakan. Karena itu, seluruh dasar perhitungannya harus menggunakan
data riil dari lapangan, baik data primer maupun data sekunder.

Selasa, 03 Agustus 2010

MEMILIH KOMODITAS USAHA AGROBISNIS

Tujuan dari pada memilih komoditas secara tepat adalah pertimbangan tingginya faktor keamanan, dan kecilnya faktor resiko, Faktor keamanan disini adalah bagaimana agar bisnis yang kita tekuni kecil peluangnya untuk terserang hama penyakit, serta gangguan lain, sedangkan faktor resiko adalah pertimbangan profit, bagaimana dengan berbisnis menghasilkan profit yang tinggi.

1. Memilih Komoditas Dari Sudut Pandang.
Dalam hal ini keuntungan ditinjau dari mana sudut pandang bisnis yang kita jalani, sebab ada korelasi yang tinggi antara modal dan hasil dalam menterjemahkan profit.
Misalnya : Lebih menguntungkan manakah, singkong Rp 300,- / kg dengan stroberi
Rp 60.000,- / kg.

Bisa menguntungkan stroberi, bisa menguntungkan singkong tergantung dari dasar perhitungan luas areal tanam dan nilai modal yang dinvestasikan.

a. Dari Areal Tanam.

Jika anda menanam singkong diareal 10 hektar dengan biaya Rp 15.000.000,- dan menghasilkan 200 ton perhektar, marjin dalam jangka waktu setahun sebesar Rp 15.000.000,- ( 100% pertahun ). Meskipun persentasinya cukup tinggi nilai nominalnya rendah.
Jika lahan yang sama ditanami stroberi, modalnya mencapai Rp 8.000.000.000,- dengan hasil 200 ton, sehingga ada marjin Rp 4. 000.000.000,- atau 50%. Meskipun persentasinya rendah, niali nominalnya mencapai Rp 4.000.000.000,-
Dari lahan seluas 10 hektar, singkong hanya memperoleh keuntungan Rp 15.000.000,- sementara stroberi mendapat keuntungan Rp 4.000.000.000,-.
Dengan demikian dari lahan yang sama ( 10 hektar ) stroberi lebih menguntungkan dari pada singkong.

b. Dari Nilai Modal.

Dari modal Rp 8.000.000.000 sebagai investasi stroberi digunakan untuk menanam singkong, maka akan diperoleh luas lahan 2.666 hektar dengan hasil 53.320 ton, nilai keuntungan dalam jangka waktu yang sama akan mencapai Rp 8.000.000.000,- atau 100%.
Dengan demikian, dari modal yang sama ( Rp 8.000.000.000 ) singkong lebih menguntungkan dari pada stroberi.

Kesimpulannya : jika keuntungan dari luas lahan , stroberi lebih menguntungkan, namun jika dasarnya keuntungan dari modal, singkong lebih menguntungkan.

2. Memilih Komoditas Dari Komoditas Unggulan.
Komoditas unggulan adalah produk agrobisnis yang memiliki nilai ekonomis, politis, strategis, dan prestise dibandingkan dengan komodits lainnya disuatu kabupaten ( distrik ), Provinsi, atau Negara.
Contoh salak pondoh adalah komoditas unggulan Kabupaten Sleman, mangga adalah komoditas unggulan provinsi Jawa Timur, dan kelapa sawit adalah komoditas unggulan negara Indonesia dan Malaisia. Komodits-komoditas tersebut memiliki kelebihan nilai ekonomis, politis, strategis, dan prestrise sekaligus. Sementara itu bagi, Belanda , bunga tulip hanya memiliki nilai politis dan prestise.